Kagum mendecak
Singgasana awan bersiram arak
Sayap bercahaya mengepak lunak
Memeluk asmara berhias semerbak
Rinai goda pertegas jarak
Bersangkar kodrat menyekat tampak
Membelah jiwa dalam ruang tak berarak
Rindu menyayat luka berserak
Oh, penguasa negeri sajak
Kekuatan derma telah terpasak
Terhuyung keluh tak berteriak
Sanggupkah getir abadi kita tapak?
[*]
.. wookkeeh... sipppp.... nice De.... meluncur ke Bidadari IV yach.........!!!!
BalasHapusOkeh, Mbak ,,, Dedek tunggu!!!
BalasHapusSambung ya dgn syair berikutnya ,,, ;)