Minggu, 13 Mei 2012

ROMANSA DI BAWAH SENJA


Daku dan rasa pahit
Tarian ombak menghanyutkan rakit
Membebaskan langkah tersembelit
Merajam duka; penghimpit
Daku dan hati sakit
Kesejukan berhembus dari balik bukit
Meronakan senyum eksotik terapit
Menikam lara; penyempit                                                     
Daku dan jiwa menjerit
Jingga bertasbih di pelupuk langit
Mempesonakan matahati tersipit
Menyulam cinta; pembangkit
(Dermaga Senja, 13052012)
readmore »»  

Rabu, 04 April 2012

PATAH SAYAP TAK MAMPU HINGGAP



Hasrat kian menguap
Lara terendap
Terbelenggu jiwa berdawai harap
Tersayat, gelora terdekap

Senyap; tersadap
Binar asmara, redup tengkurap
Bunga nyata kembali terhisap
Lekas menatap berganti atap

Sosok lenyap
Tenggelam dalam gelap
Desah tertangkap
Patah sayap tak mampu hinggap ,,, [*]
readmore »»  

Senin, 02 April 2012

SAJAK-SAJAK HITAM



Kagum mendecak
Singgasana awan bersiram arak
Sayap bercahaya mengepak lunak
Memeluk asmara berhias semerbak

Rinai goda pertegas jarak
Bersangkar kodrat menyekat tampak
Membelah jiwa dalam ruang tak berarak
Rindu menyayat luka berserak

Oh, penguasa negeri sajak
Kekuatan derma telah terpasak
Terhuyung keluh tak berteriak
Sanggupkah getir abadi kita tapak? 

[*] 

readmore »»  

Kamis, 29 Maret 2012

DEJA VU RINDU



Kesendirian masih menggeliat
Rindu lebur dalam malam pekat
Sembari kudekap erat kepingan hasrat
Menabuh harap dalam imaji tak bersyarat

Hilang,
Hanya bahasa tinta yang terpandang
Titik koma menyongsong tiap bayang
Menjadi isyarat kasih tetap berkembang

Malang,
Mungkin kau hanya bayang petang
Syairku mungkin jua sumbang
Terbinkai dimensi berhalang rintang

Oh, Bidadari penyelamat
Jiwaku kian tersesat
Bawalah ragaku mendekat!
Dan menghirup kembali aroma tubuhmu yang hangat ,,, [Dea]

readmore »»  

Sabtu, 24 Maret 2012

NERACA KASIH SANG BIDADARI


 

Kegelapan memikat mentari
Menyelimuti bumi
Batinku menyepi
Mendalami bias murni imajinasi

Berdiri; berganti memainkan otak kiri
Menatap ribuan kenari mengepak sayap pagi
Namun tubuhku tetap jua terlelap bualan mimpi
Berharap hadirnya sang bidadari di tengah hari

Kakiku terus bergerak menyelusuri sunyi
Dalam kehilangan yang tak bertepi
Hingga sore pun tak santun lagi
Dan rembulan tak berulang menerangi

Pantaskah aku mencari?
Cinta ini terlampau misteri!

Lalu kucoba tuk membersihkan hati
Menapaki kembali tepi nyata dunia ini
Namun tetap jua terkotori syair mati
Buah pikiran tak sanggup menyadari ,,, [Dea]
readmore »»